Pelanggan yang terhormat, AqiqahJakarta Depok berusaha melayani anda dengan sebaik-baiknya. Namun demikian, kami manusia tentu tidak terlepas dari kekurangan. Segala pelayanan yang kami berikan kepada anda, berjalan di atas keterbatasan kami sebagai insan yang tentu tak luput dari kesalahan.
Karenanya, di sini kami ingin menyampaikan kepada pelanggan yang terhormat di daerah Depok dan sekitarnya mengenai fasilitas layanan yang kami berikan serta batasan-batasan yang ada.
DISCLAIMER
Kami, Aqiqah Jakarta sangat berkomitmen untuk memberikan layanan aqiqah
yang terbaik kepada pelanggan sekalian yang terhormat. Tetapi walaupun
demikian, ada banyak hal yang terjadi selama proses pelayanan kami kepada
pelanggan. Kami menyebutnya sebagai dinamika kerja, yang tidak jarang itu
berada di luar jangkauan kekuatan kami untuk bisa membuatnya dalam kondisi
ideal.
Tulisan ini ditujukan kepada pengunjung aqiqahjakarta.com maupun pelanggan aqiqahjakarta, sebagai bentuk edukasi konsumen dan salah satu bentuk tanggung jawab kami untuk menjelaskan semampu kami, mengenai kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi dalam proses pelayanan kami kepada bapak atau ibu yang kami hormati.
Tulisan ini ditujukan kepada pengunjung aqiqahjakarta.com maupun pelanggan aqiqahjakarta, sebagai bentuk edukasi konsumen dan salah satu bentuk tanggung jawab kami untuk menjelaskan semampu kami, mengenai kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi dalam proses pelayanan kami kepada bapak atau ibu yang kami hormati.
Biasanya konsumen sering mengeluh atau komplain mengenai daging,
entah kurang besar atau dianggap kurang banyak. Kondisi ini tidak terlepas dari
dua hal, yaitu:
- Kondisi
kambing itu sendiri
- Kondisi
ketika proses pengolahan
Kondisi-kondisi force majeur yang mungkin bisa terjadi:
1. Bobot
daging karkas tidak sesuai dengan harapan (meleset dari perkiraan)
Mengapa hal ini bisa
terjadi?
a.
Penyusutan
Maksud penyusutan di
sini adalah selisih antara bobot kambing ketika hidup dengan kambing setelah
disembelih, dikuliti dan dipisahkan tulangnya.
Kondisi yang bisa
saja terjadi adalah bobot kambing ketika hidup tampak lebih berat karena
beberapa alasan (yang beberapa darinya pernah kami alami sendiri)
- kambing banyak
mengandung air, atau ia sedang sering makan sehingga bobotnya bisa bias (ini
sama seperti kasus sapi gelonggongan yang pernah terjadi di TV. Sapi diberi
minum yang banyak agar bobot dagingnya bertambah)
- kambing sedang
hamil, tetapi tidak terdeteksi (ini pernah kami alami sendiri menurut pengakuan
pihak kandang, bahwa ia tidak mendeteksi bahwa si kambing sedang hamil)
b.
Kondisi Fisik Internal Kambing
Kondisi yang dimaksud di sini adalah proporsi daging dan
lemak dari kambing yang disembelih. Ada sebagian kambing ketika disembelih,
baru terlihat bahwa ternyata kambing tersebut banyak menyimpan lemak di
tubuhnya. Sehingga besarnya badan yang tadinya dikira itu adalah daging,
ternyata bukan daging, melainkan adalah lemak. Atau bahasa mudahnnya, kambingnya
gemuk karena lemak, bukan karena daging. Risiko-risiko seperti ini terus terang
kami kesulitan untuk bisa menghilangkannya 100%. Yang bisa kami lakukan adalah
berusaha meminimalisir kejadian-kejadian seperti ini.
2. Ukuran
sate tidak sesuai dengan yang diharapkan
a.
Pengaruh dari kejadian no 1
Apabila hal-hal yang
ada pada no 1 di atas terjadi, maka sudah barang tentu bahan daging kambing
yang akan dimasak tidak bisa optimal. Kami berusaha mensolusikannya dengan
beberapa opsi, yaitu sebagai berikut:
- Mengutamakan
tusukan sate terlebih dahulu, baru sisanya digunakan untuk gulai.
- Menggunakan setiap
bagian kambing yang bisa digunakan untuk menambah porsi sate (misal: lemak juga
diikutkan ke sate, jantung juga ikut ditusukkan ke sate, dsb)
b.
Penyusutan ketika dibakar
Ini bisa terjadi
karena memang sifat daging itu sendiri yang akan menyusut ketika dimasak.
Penyusutan termasuk hal yang paling sulit diprediksi, karena sepengalaman kami,
ini tergantung dari kandungan air pada daging, dan kondisi ketika pembakaran
berlangsung. Penyusutan yang terjadi akan semakin besar jika kandungan air
daging semakin banyak. Penyusutan juga akan semakin besar jika pembakaran
dilakukan semakin lama.
Kondisi yang kami alami terkadang cukup
dilematis, karena kami harus menyediakan makanan yang tahan untuk dimakan dalam
beberapa jam ke depan (tidak basi). Masalah yang kami katakan dilematis, yang
biasa muncul adalah,
1.
Kami ingin memastikan bahwa sate yang kami buat
ini matang dengan baik, sehingga akan tahan walau tidak dihangatkan dalam
beberapa jam ke depan. Untuk melakukan ini, maka kami perlu membakar sate
tersebut cukup lama sehingga ia dapat matang dengan baik dan meminimalisir
kejadian basi.
2.
Di sisi lain, jika kami membakarnya terlalu
lama, daging akan menyusut bahkan mungkin dengan penyusutan yang cukup besar
selisihnya dari ketika sebelum dibakar.
Di sini kami ingin
pelanggan yang terhormat memahami bahwa apabila kebetulan daging pada tusukan
sate yang bapak / ibu terima berukuran kecil, Percayalah bahwa itu terjadi
bukanlah karena adanya niat buruk dari kami. Sungguh kami tidak berani untuk
berbuat curang dengan menilep daging
atau mengurangi besar tusukan, karena kami yakin bahwa ini adalah amanah yang
bapak / ibu sekalian berikan kepada kami.
Jika mungkin belum tergambar di benak bapak / ibu mengenai penyusutan
ini, bisa bapak / ibu coba sendiri di rumah. Potong daging cukup besar,
kemudian tusuk dengan lidi atau sejenisnya (jadikan seperti sate). Setelah
itu silakan bapak / ibu bakar. Atau jika
ribet bisa dikukus saja atau direbus. Jika ibu ingin agar daging itu matang
dengan baik, maka ibu perlu melakukan pemasakan (rebus, kukus, atau bakar)
cukup lama. Dan silakan anda amati perbedaan ukuran antara sebelum dan sesudah
dimasak. Semakin bapak / ibu ingin yakin akan kematangan daging itu (apalagi
kalau cukup besar), maka memasaknya harus semakin lama. Dan semakin lama
memasaknya, maka penysusutannya juga akan semakin besar.
Demikian kejadian-kejadian yang pernah kami alami sendiri.
Kami Aqiqah Jakarta sungguh pantang untuk mencurangi konsumen. Kami tidak
pernah menggunakan daging sisa konsumen yang lalu. Karena kondisi yang
disebutkan di atas juga bisa terjadi sebaliknya, yaitu daging kambing yang
didapatkan melebihi ekspektasi. Jika ini terjadi, maka bisa saja kami
menyisakan daging yang over tadi, dan kemudian menggunakannya untuk pesanan yang akan datang. Tetapi, sekali kami tegaskan,
AqiqahJakarta pantang melakukan hal rendah dan mempermainkan syariat semacam
itu. Karena yang diinginkan dari syariat aqiqah ini adalah dialirkannya darah kambing
di jalan ALLAH, bukan sekadar selametan,
syukuran, atau makan-makan semata.
Kepada
bapak atau ibu yang berniat untuk menyelenggarakan acara aqiqah, kami siap
menunaikan amanah yang diberikan kepada kami. Tetapi kami tetap sampaikan
kepada bapak / ibu sekalian, bahwa manusia hanya bisa berusaha, hasil akhir
ALLAH lah yang menentukan. Karenanya marilah kita bertawakkal kepada ALLAH
semata, semoga urusan kita dimudahkan dan mendapat berkah dariNYA.